dXs23szHnl7KF4gOVMjF7Fhen0DwQwMxHwctoC4h
Bookmark

Eksistensi

Tanpa Judul:

Hari itu mentari tampil malu-malu

Sebab asyik berbincang dengan langit kelabu

Mengantar udara sejuk membawa rindu akan masa itu

Sementara burung-burung menyampaikan pesan yang belum sempurna diutarakan

Alam semesta kian memberikan tanda

Menyematkan pesan dari kisah yang hampir sirna

Apakah dia masih ada?

Entahlah


Eksistensi

Halo want.

Apakah kau ingat situs ini?

Apa kau mampir untuk membaca catatanku?

Apa ada waktu untuk ini?

Semua gara-gara ku ya yang agaknya naif untuk tidak lagi mengabarimu soal pesan-pesan baruku untukmu.

Tapi sebenarnya hal itu juga dirasa tepat karena ku gak tau selama ini kau baca karena memang ingin atau karena "gak enak sudah kukirim dan mau gamau baca".

Makanya pertimbanganku untuk tidak lagi mengabari ya itu. Meskipun ujungnya ku yang penasaran.

Tapi mari berfikir bahwa kau akan baca pesanku.


Lewat dari sebulan ya semenjak pertemuan terakhir, sementara pesan di WhatsApp juga rasa-rasanya semakin jarang karena bingung apa yang hendak diperbincangkan.

Tapi ya semua karena ku, seandainya sedari dulu "biasa-biasa aja" mungkin obrolan akan lebih cair tanpa harus ada "tujuan" atau terkesan memberi ruang terhadap "pengharapan".

Ku menulis pesan ini secara bertahap di waktu-waktu kosong ku. Sok sibuk sekali ya si tokoh "Aku" ini. Padahal juga banyakan luang menunggu peluangnya ketimbang sibuk mengerjakan projekan wkwk.

Kondisi mental dan kejernihan pikiran ku naik turun seiring dengan waktu. Kadang ku seperti kehilangan diri ku, tidak mengenal siapa aku. Kadang pula ku termotivasi berkat perenungan dan interaksi bersama teman.


Progress skripsiku berjalan dan terus membaik walaupun sangat lambat. Ku kadang bersyukur meskipun ujian ini terasa dahsyat karena dampaknya yang teramat kompleks, namun ku bersyukur bahwa ternyata ku lebih beruntung ketimbang teman-teman ku seperbimbingan.

Sampai-sampai ku malu untuk "putus asa" malu untuk "bersedih" tatkala ada teman ku yang terlihat tampak tegar ketika form bimbingannya selama 14 kali non progress.

Hal itu menjadi bukti bahwa seringkali manusia merasa dirinya merasa menjadi orang yang "paling tidak beruntung" padahal adapula yang jauh kurang beruntung. Rasa syukur atas apapun itu penting yaa.

Ku juga belakangan terus berdoa untuk dijauhkan dari rasa iri. Hal yang seringkali membuat hatiku terkontaminasi saat melihat orang lain "lebih dulu".


Kamu gimana teman? Masih rutin kah mengajar anak-anak?

Mama mu kondisinya sudah kembali semula Want? Apa masih suka kambuh?

Kepo banget saya ya. wkwk Tapi semoga dalam keadaan baik.

Gimana kabar PBAS. Dah kaya atlet anda ya wkwk. Mana bikin seragamnya juga kan ya? (Kalo gak salah liat). Bawaannya ingin mengetes kalian "sejauh mana" wkwk. Supaya bisa liat seberapa tangguhmu dan ku bersama partnerku. —edisi sombong *peace*

Btw, ku kemarin pas login akun google mu, dapet satu informasi dari sistemnya, kalo suruh kosongin ruang penyimpanan google.

Kayanya akun google mu menyimpan banyak data gak sih? Hapusin weh, limitnya tuh 15GB, nah kalo penuh nanti gak bisa dipake loh, bahkan ngirim email pun jadi gak bisa nantinya.

Saranku, coba cek ya, lalu hapus—kalau beneran penuh—hal-hal yang memakan banyak memori penyimpanan google.


Ke Serang PP tuh memang menguras isi dompet ya wkwk. Alhasil ku sama Reni R itu kerja sama untuk berbagi, dia yang kutitipi berkas waktu Jumat, sementara ku yang ambil berkas di hari Selasa. Lumayan weh jadi bisa irit sedikit. wkwk.

Ternyata ada aja ya orang-orang yang muncul memberikan bantuan. Kupikir itu salah satu hikmah dari menjaga hubungan pertemanan, bahwa ada kalanya mereka yang bisa jadi penolong pada saat yang dibutuhkan.


Btw, tanggal 20 November itu hari ulang tahun ku. Kau inget gak? Engak kali yaa, siapa saya :)

Ku tuh swlalu menunggu kado spesial apa yang diberikan Tuhan pada hari-hari setelahnya. Karena berdasarkan kehendaknya ku selalu diberikan kejutan berupa nikmat pada setiap tahunnya.

Kalau sempat ku bakal nulis betapa spesialnya tanggal itu. Semoga di acc media.

Jadi, selamat ulang tahun untuk diriku sendiri. :) Semoga diberikan kekuatan dan ketegaran dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Seandainya kau ingat, mungkin ku bakalan senang dihari itu. Tapi jika tidak, ku akan paksa kau ingat wkwk.


Terima kasih atas projek kecil-kecilannya. Ku seneng bukan karena imbalannya, tapi karena bisa kembali membantumu dan berinteraksi. Ahhh rasanya ku teramat rindu ruang-ruang interaksi sewaktu dulu.

Beruntung waktu tidak bisa diputar kembali, sebab jika bisa, ku akan betah berlama-lama di masa itu dan mencoba jauh lebih mengerti.

Tapi yang jelas waktu berjalan ke depan, we don't know what happen on the future. we can only prepare ourselves.

Huft.


Pesan ini seperti kurang terkonsep karena sewaktu dirumah, pikiranku bakalan ke distraksi lalu menimbulkan keruwetan sehingga tak ada ruang imaji dalam merangkai setiap kata.

Jika kau baca, give me signal, tapi jika tidak ku hanya berharap semoga kau dalam keadaan baik dan bahagia.

Terima kasih sudah menjadi temanku.

0

Post a Comment