Hi Want. Temanku
Seseorang yang udah kasihku banyak kebaikan dan juga seseorang yang menghiasi kehidupan selama kuliah.
Hal pertama yang mau kusampaikan adalah "Rindu".
Baru setelah itu "selamat".
Sengaja kata yang pertama memilih menyebutkan itu karena kau pasti udah nerima banyak ucapan selamat dari berbagai teman yakan. Tapi mungkin ku yang agak beda dengan bilang Rindu.
Tapi bukan karena ingin dianggap beda lohh, tapi karena mau kasih tau fakta.
Tadinya tuhh artikel ini dalam bahasa inggris Want, cuma pas ku mau kirim pada hari sebelumnya, ku kehilangan kepercayaan diri untuk nunjukin tulisan itu.
Ya entah kenapa jadinya malah terlalu serius, sebab ku belum ada pada fase yang bisa nulis gak formal dalam bahasa inggris.
Jadii selamat yaa sobat baik ku, sudah melewati salah satu hari bahagia. Ku bahagia liat kau bahagia.
Kau juga pasti udah tau bahwa wisuda dan menjadi sarjana bukanlah tujuan akhir, ada banyak hal yang akan menunggu di kehidupanmu sebagai tantangan.
Orangtua mu pasti bangga bangett yaa?
Ngeliat dua anak perempuannya udah lulus dan satu persatu akan memulai perjalanan hidup baru.
Sangat disayangkan memang ku gak bisa dateng, jadi gak ada sesi foto kau bareng calon Gubernur Jakarta tahun 2044 kann tuh.
Ya tapi gak akan mengurangi kebahagiaan juga sihh, sebab ada keluargamu, temanmu dan barangkali "temanmu". Jadi ku pikir udah cukup.
Takutnya ku kalo dateng malah jadi cemburu wkwk, bukan karena pencapaian tapi karena yang lain.
Meskipun pesan ini ku tulis sebelum kau wisuda, tapi ku sih yakin, kau akan cocok dengan busana yang kau kenakan. Tapi ini bukan karena busananya sih, tapi karena orangnya.
Pokoknya bilang aja kalo misal ada yang gak sepakat dengan pernyataan ku, nanti biar ku kasih tau gimana cara melihat dengan baik dan benar.
Update 3 maret
Bener kan penilaianku soal penampilanmu. Ya paling enggak itu yang kulihat dari foto.
Baru ku mau nanya, hari itu acaranya selesai jam berapa, tapi ternyata kau tidak memakai jam tangan, jadi gamungkin bisa menjawab.
Beberapa bulan yang lalu (menjelang akhir tahun) ku tuh hampir jadi korban kecelakaan bus tau. Kenapa bisa? Bus yang kunaiki itu ban depannya pecah dalam kondisi busnya ngebut. Jadi tuh ban depan udah gak ada, velgnya aja yang tersisa.
Pada fase yang bikin jantung mau berhenti itu, suasana di dalam bus tuh rame dan kejadian itu membuat ibu ibu cukup histeris. Beruntung sopirnya bisa ngendaliin secara perlahan.
Dan secara perlahan juga bus itu menepi. Jadi penumpangnya di pindah ke bus yang lain. Itu terjadi di dekat pintu keluar tol Tangerang (nama persisnya gatau) tapi udah dikit lagi mau turun.
Ada ada aja yaa. Alhamdullillah ku dan juga yang lainnya selamat.
Oh iya beberapa waktu lalu, mungkin lewat dari sebulan sih hehe, ku berada di sekitar rumah mu. Tapi kali ini gak ada kau nya. Ku disana bertemu orang yang beli blog ku dulu karena ada penurunan performa katanya.
Tau gak alasannya kenapa ku pilih pilihan yang gak familiar? Karena siapa tau kau juga ada di sana, bertemu dengan tanpa sengaja, tapi mana mungkin kau berkeliaran wkwk dan memang juga gak akan ketemu.
Btw waktu ku jual blog itu ketemunya di Mall Kokas, makanya ketika ku alihin ke tempat yang agak jauh dari dia, orang itu mempertanyakan wkwk
Iya jadi ku janjian di tempat yang dulu menjadi saksi bisu :).
Pada waktu itu kenapa kau gak ada disana sihh wehhh? Kan jadi gak bisa ngobrol kan tuh.
Kalau ku gak pernah bilang suka, keknya gak akan ada persyaratan tambahan kali ya kalau buat appointment. We never know :)
Pesan yang ku tulis sebenernya skitaran 2500 kata itu mungkin kalo di HVS bisa 7+ halaman. Tapi masalahnya semakin ku pikirin dan baca ulang, semakin ku sadar bahwa gak harus semuanya dituliskan.
So, makasih yaa want buat semuanya, sulit buatku balas kebaikanmu, tapi ku berdoa yang baik baik untuk semua teman yang pernah berbuat baik ke ku.
Kau itu teman spesial, spesial di sini gak bisa disandingin sama martabak dan semua hal yang pake unsur spesial juga akan kalah sama frasa teman spesial itu.
Ku tuh dulu waktu putus sama mantan berpikir bahwa ku gak akan bisa suka sama orang lain, bukan karena gak bisa move on, tapi karena ku pikir akan sama aja.
Tapi kemudian kau jadi bukti bahwa pikiran itu salah, bahwa ku bisa suka sama orang lain selain mantan.
Nah yang jadi masalah adalah orang-orang setelah ini, apakah ku masih bisa membuktikan bahwa gak ada yang namanya mati rasa? wkwk
Ku dalam fase yang menganggap bahwa itu gak lagi penting buat sekarang ini, pada akhirnya memang kaki-kaki ku yang membuatku melangkah dan bukan orang lain, juga gak perlu berharap sama orang lain.
Melalui perasaan ke kau, ku banyak belajar bahwa memendam perasaan itu bukan ide yang buruk-buruk banget wkwk
Biar kejujuran itu jadi langkah terakhir (harusnya).
Apalagi pada kondisi dan situasi yang tidak tepat, seperti halnya orang dalam ruangan yang gelap hanya berbekal satu batang korek kayu tapi lupa bawa lilin, tentu cahayanya akan jauh lebih cepat menghilang tanpa sempat mencari jalan menuju ruang untuk menghidupi lampu.
Unread Chapter: The End Of Era
Pada akhirnya memang ku harus menegaskan ke diri sendiri bahwa sepertinya ini untuk yang kali terakhir.
Biar ku gak perlu lagi menerka bahwa ku sedang di tunggu, ataupun ku merasa bahwa tidak ada kata tunggu untuk ku. Biar lah kehadiran itu menjadi misteri, seperti cerita cerita di masa lalu. Tanpa peduli dengan hati.
Jadi biar saja langkah yang terpisah ini, mungkin ini jauh lebih baik untuk menelusuri tujuan yang dinanti.
Sebab ku tak berdaya menyimpannya lebih lama, mungkin karena yang kusimpan juga berupa tanda tanya. Bukan salahmu. Dan biar ku pindahkan ke arsip bersama cerita yang lalu.
Jadi pada penghujung pesan ini ku juga mau berterima kasih karena kau sempat memberiku ruang, terima kasih atas semua pertemuan yang penuh kesan, dan senyuman yang sempat ku bawa pulang.
Ini adalah pesan terakhir, mudah mudahan dalam konteks ini ku gak berbohong bahwa ini yang terakhir.
Blog ini akan terus ada, sampai kapanpun, bersamaan dengan hal-hal pemberianmu. Oh iya foto mu di instagramku juga akan selalu ada sebagai penghargaan atas manusia baik yang diciptakan Tuhan.
Soal sidang skripsi ku kelak, kau gak perlu khawatir dan tak ada kewajiban bahwa kau harus datang dan ku sudah mempertimbangkan untuk tidak merepotkan, jadi tak akan ada pemberitahuan. :)
Bukan karena ku melarang dan tidak ingin, tapi karena penting untuk kau fokus kepada tujuan.
Sampai jumpa di lain waktu Want. Jaga diri baik-baik. Semoga orang turki yang kamu cari-cari itu segera kembali.
Salam hangat, dari ku untuk teman terbaik ku.






Post a Comment