dXs23szHnl7KF4gOVMjF7Fhen0DwQwMxHwctoC4h
Bookmark

Pesan Akhir?

Halo want, akhirnya tiba juga yaa waktunya sidang. Terjawab sudah ya pesan-pesanku sebelumnya yang mempertanyakan "siapa yang akan lebih dulu." Kau ternyata jawabannya.

Pesan terakhir?

Selamat yaa want :)…

Ku tau kau sampai ke titik ini gak instan, ya karena memang update kau beberapa bulan ke belakang selalu soal perjalanan menuju kampus.

Ku sempet mikir "apa gak capek ya ini anak, bulak-balik mulu" tapi ku juga paham sih gak ada pencapaian yang diraih dengan hanya rebahan doang.

***

Want tadi ku beliin kau cokelat 2. Iya 2, yang satu karena ini salah satu hari bahagia kau, dan yang satu lagi cokelat yang waktu itu sempet ku janjiin dan baru sekarang kesampean ku kasih.

Tadi ku minta tolong Irma, buat langsung masukin cokelatnya ke tas kau.

Kenapa gak aku kasih langsung? Ku gak mau aja ada pertanyaan dari teman lain.

Karena hari ini, harinya kau. Jadi ku gak perlu membuat sensasi di luar konteks peristiwa yang berlangsung. :) Walaupun ku tau sangat wajar orang diberi apresiasi atas hari ini.

Tapi kau juga udah tau, cokelat dariku bukan sekedar tentang hari ini.

Oh iya, dalam pesan sebelumnya ku sempet buat pernyataan kalau ku gak akan datang saat kau sidang kelak. Tapi ternyata ku berubah pikiran.

Karena ku pikir, kedepannya kesempatan ku buat ketemu kau entah di kampus atau di rumah sekalipun lebih sempit kan? Apalagi alasan-alasan untuk pinjam buku—yang lebih kepada akal-akalan—udah gak relevan lagi buat kedepan... hahaha.

Tadi, kali pertamanya ku ngeliat teman (dari dekat) menjelang persiapan sidang, dengan setelan rapihnya putih hitam dengan blazer hitam yakan. Obrolan-obrolan seputar sidang yang menggema dimana mana, dan senyum lepas bahagia dan percaya diri atas gelar sarjananya.

Suatu hal yang paling ku hindari sebenernya, karena ku gak bisa kontrol mood :)

Ku paham proses orang beda-beda, tapi perasaan 'gak berdaya' nya kan mesti dihadapin duluan disaat itu juga... Dan kayanya ku kapok. :)

Tapi yang jelas sekali lagi selamat.

Kau bukan sekedar teman, karena kau itu 'teman' yang baik buat ku. Kau cukup memiliki peran dalam kehidupan kuliah ku want.

Jadi penting untuk ku bilang terima kasih untuk semua hal yang pernah kau lakuin untuk bantu ku, dan untuk segala waktu yang kau sisihkan buat dengerin ku curhat, terima kasih juga buat bantuin ku move on di kala itu, walaupun akhirnya ku yang justru terjebak lagi dalam perasaan baru :)

Terima kasih buat traktiran-traktiran di masanya, terima kasih juga buat makanan yang kau kasih di hari terakhir kuliah offline yang bahkan tempat makannya masih ku simpan. :)

Semoga ini bukan pesan terakhir yang kau baca. Dan semoga akan ada cerita dan pesan selanjutnya dari ku.

05 sept 2023 - Dari temanmu dan segenap perasaan yang tersimpan.

Post a Comment

Post a Comment