dXs23szHnl7KF4gOVMjF7Fhen0DwQwMxHwctoC4h
Bookmark

Happy Birthday Wantiii (2023)

Happy Birthday Wantiii (2023)

"Temukan aku disetiap bait, ada rumus rasa yang kutulis diantaranya, ini adalah cara yang sempurna, untuk menulis kisah kita yang sederhana."

Slide gambar dalam tampilan mobile. Kalau kau kesulitan untuk menulis ulang link yang ada di atas, kau bisa salin linknya di bawah ini

alrafsa.github.io/happy-birthday/


Hai want...

Banyak hal tau yang pengen ku sampein, tapi justru lebih banyak pertimbanganku sampe akhirnya, ku gak jadi kasih tau, atau menunda untuk kau ku beri tau.

Kenapa begitu?

Karena isi obrolan kita pasti gak jauh dari tugas, skripsi, dosen pembimbing. Udah kayak temen yang kenal cuma lewat online.

Tapi ku juga paham sih, bahwa memang itu isu yang sama diantara kita.

Maka sebenernya melalui tulisan tulisan ini, ku merasa lebih bebas aja ungkapin apapun sekaitan dengan ku, kau juga kita.

Tadinya malah ku berpikir, bahwa ku perlu kasih tulisan ini per triwulan layaknya laporan keuangan hahaha.

Cuma setelah dipikir lagi, ini belum perlu, tapi ku yakin suatu saat perlu.

Sebenernya ingin juga tau soal kau dari tulisanmu sendiri, tapi kayanya gak perlu megeneralisasi kebiasaan ku kepada orang lain deh.

Lagian untuk sementara ini ku sebagai stalker yang handal, masih bisa gunain sumber daya untuk cari tau soal kau (walaupun sangat terbatas), baik yang disengaja, atau ya memang muncul gitu aja.

Kadang hal hal yang ku tanya ke kau, ku udah tau jawabannya dari sumber lain, tapi ya memang, perlu validasi.

Tapi jangan berfikir juga ku tau banyak hal soal kau, istilah populernya tuh, semakin ku cari tau soal kau, semakin ku tau, bahwa banyak hal yang ku gatau.

Tapi pernah kepikiran untuk cari informasi dari sumber yang mungkin gak pernah kau duga, tapi terlalu berisiko (sekalipun kau juga gatau siapa aja sumberku, bahkan sumberku aja gak pernah tau kalo mereka dijadikan sumber)


Kemudian masuk ke hal inti dari maksudku kasih tulisan ini. Ku akan awali dari sebuah pertanyaan.

Menurutmu, perasaanku ini sebuah kesalahan gak sih want?

Kalau saya salah, kasih tau saya sekarang juga yaa want... Tapi kalau enggak, kau gak perlu jawab, karena ya memang cukup merawat hubungan pertemanan.

Kemudian...

Apa kau berfikiran kalau apa yang pernah ku ungkapin tempo lalu itu berakhir di hari itu juga?

Kali ini biar ku yang bantu jawab, sekalipun ku gatau jawaban kau.

Rasanya gak mungkin kalo apa yang udah di pendem selama kurun waktu 2 tahun, berakhir setelah kalimat itu terucap.

Ya fakta bahwa ku suka sama kau, ya gak pernah jadi hoax atau isu yang udah basi.

Ku cuma ingin kembali ingetin soal itu. Khawatir kau mengira semua fakta itu udah menguap, karena kalau kau berfikir begitu, "kasian banget saya :)"

Ku menulis begitu bukan dalam konteks menyuruh kau melakukan sesuatu, lagian kan kau juga udah dewasa, lebih tau apa yang mesti kau lakukan. Ku cuma pengen kasih tau lagi aja.

Sekarang ku mau kasih tau beberapa kekecewaan, yah sebenernya gak yang gimana-gimana sih, cuma berhubung ku orangnya perlu waktu nerima setiap penolakan, jadi dalam beberapa waktu ku seolah merasa "kecewa" tapi udahannya biasa aja.

Kecewa karena mesti kembali mengurangi apa yang udah ku rencanakan.

Ya sebenarnya cikal bakal tulisan ini lahir, itu di bulan Desember want.

Kemudian ku update di bulan Januari dan Februari.

Dan tulisan yang kau liat ini, gak cuma sepersekian dari yang sebenarnya ku tulis.

Cuma seperti yang ku bilang tadi, ku merasa kayanya udah usang. Kau juga mungkin udah gak ingin tau.

Tapi iya, bahwa, ku rencanain udah dari jauh-jauh hari, termasuk juga apa yang mesti ku lakuin menjelang 13 april.

Cuma balik lagi, namanya manusia kan cuma bisa berencana, banyak faktor yang akhirnya membuat rencana itu gak bisa dipaksakan untuk dilakukan.

Termasuk ketika berharap ada pertemuan dan seringkali ditolak secara halus :)

Malah, belakangan ditolak bahkan sebelum sampai niat itu terucap bulat. Hahaha

Ku bilang gini bukan sedang dalam posisi menyalahkan kau, sama sekali enggak. Juga bukan lagi untuk dikasihani ~apalagi ini.

Ku anggap itu bagian dari dinamika hidup, dinamika pertemanan, tapi yang jelas ku emang gak berhenti untuk berencana dan lakuin yang bisa ku lakuin, entah itu yang ada hubungannya dengan kau, maupun hidup ku sendiri.


Dalam rentetan paragraf akhir ini ku mau minta maaf, sekalipun ini belum Idul Fitri, karena pasti ku sering ganggu, nanya hal-hal yang kalau kau sadar itu gak penting.

Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya cuma berniat "pengen tau soal kau" :)

Agak malu bilang itu, tapi berhubung kau gak lagi di depan ku, jadi layak lah kau tau.

Ku takut kalo justru kebanyakan 'mengganggunya'


Yaudah want, untuk tahun ini, hanya itu,

Ku seneng kalau kau udah baca ini sampai tuntas, kasih tau ya kalau kau udah baca.

Kalo tulisan ini aneh, sorry ya, karena menyukai seseorang kadang buat pribadi jadi aneh.

Makasih udah baca.

Semangat skripsi-an nya :) ~kita

0

Post a Comment